Rencana untuk konversi ke kendaraan listrik semakin gencar dilakukan pemerintah. Presiden Jokowi bahkan telah meminta penggunaan kendaraan listrik bagi kalangan pejabat, baik di pusat maupun daerah. Masyarakat juga mulai didorong untuk beralih ke kendaraan listrik. Apalagi saat ini harga bahan bakar minyak (BBM) semakin mahal. Oleh karena itu, menggunakan kendaraan listrik dianggap bisa jadi alternatif pilihan untuk mobilitas sehari-hari.

Namun, untuk mendukung era kendaraan listrik, diperlukan banyak persiapan. Salah satunya, soal keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Layaknya SPBU, SPKLU perlu diperbanyak jika konversi ke kendaraan listrik benar-benar terjadi. Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran (Unpad) Ayi Bahtiar mengatakan keberadaan SPKLU juga perlu diperbanyak dengan sistem pengisian daya yang cepat.
“Terbayang kalau SPBU isi bensin itu 2-3 menit, kalau ini harus berjam-jam. Artinya bahwa nanti akan numpuk di tempat pengisian baterai,” kata Ayi dalam keterangan yang diterima detikJabar, Selasa (27/9/2022).

Di sisi lain, memperbanyak SPKLU juga akan berdampak pada peningkatan kebutuhan daya listrik yang besar. Saat ini penyediaan listrik sebagian besar masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi. Oleh karenanya, jika konsumsi menjadi meningkat, energi fosil menjadi terbatas, maka dikhawatirkan berdampak pada kenaikan tarif listrik. Untuk itu, Ayi mengungkapkan ada alternatif lain yang bisa mendukung era kendaraan listrik. Alternatif itu ialah pemanfaatan energi surya. Energi ini dapat digunakan untuk penyediaan listrik di SPKLU.

Menurutnya, energi surya bisa menjadi alternatif energi terbarukan untuk mendukung penyediaan lokasi pengisian baterai kendaraan listrik. “Energi matahari dikonversi menjadi energi listrik secara langsung melalui panel surya sehingga dapat menyediakan listrik yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.

Ayi menuturkan, energi surya mampu menyediakan daya sekitar 23.000 tera watt, jauh lebih besar dibandingkan dengan energi lainnya. Konversi energi surya menjadi listrik dapat dilakukan dengan menggunakan panel surya ataupun solar termal. Saat ini kata dia, panel surya yang digunakan di pasaran terdiri dari dua jenis, yaitu silikon polikristal dan silikon monokristal. Silikon polikristal memiliki harga cukup murah, tetapi menghasilkan efisiensi konversi yang rendah, sekitar 11-15 persen.

Hal ini akan membuat pengisian baterai menjadi lama. Sementara silikon polikristal memiliki efisiensi konversi lebih tinggi, di atas 25 persen. Akan tetapi, material ini memiliki harga lebih mahal dibandingkan silikon monokristal. “Oleh karena itu, riset sekarang banyak difokuskan untuk meningkatkan efisiensi konversi, tapi harganya lebih murah,” ujarnya.
Di luar tantangan tersebut, Ayi mengatakan jika penyediaan stasiun pengisian baterai kendaraan listrik berbasis panel surya mampu membuka peluang bisnis. Stasiun pengisian dapat diintegrasikan dengan aktivitas bisnis. “Nanti bisa ada kafe/lokasi wisata yang menyediakan stasiun pengisian baterai,” tutupnya.

By AKDSEO

Open chat
1
ADMIN AKDWEBS
Halo,
Saya Layanan Posting Tamu
Saya Memiliki 600 Situs
Status : Terindeks Semua
DA bagus : 40-60
Kategori Nice yang Berbeda
Umpan Tetes Diizinkan
Saya dapat mempublikasikan secara instan
secepat mungkin

Layanan saya:
1. Saya akan mengerjakan pesanan Anda maksimal 1X24 jam, jika pada saat itu saya sedang online. Saya akan melakukannya maksimal 1 jam dan prosesnya selesai.
2. Jika ada diantara kalian yang orderannya tidak terselesaikan maksimal 1x24 jam, kalian tidak perlu membayarku, alias gratis.
3. Kalau weekend biasanya saya online, kalau weekend kalau saya tidak online berarti saya kerja hari senin.
4. Untuk pembayaran, maksimal dibayarkan satu hari setelah link live dipublikasikan.
5. Pembayaran melalui rekening paypal
Jika Anda tertarik, silakan balas
Terima kasih
Salam,
AKDSEO